Tersangka Penyelundup Rohingya ke Aceh

Fakta-fakta Muhammad Amin Tersangka Penyelundup Rohingya ke Aceh

Dec 19, 2023 - 08:28
 0  368
Tersangka Penyelundup Rohingya ke Aceh

Aceh,  -- 

Seorang warga Myanmar bernama Muhammad Amin (35) yang ikut dalam rombongan 135 etnis Rohingya yang mendarat di Lamreh, Kabupaten Aceh Besar, Aceh pada Minggu (10/12) resmi ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus penyelundupan manusia.

Muhammad Amin yang bisa berbahasa Melayu ini juga berperan sebagai kapten kapal, pengarah hingga yang mengkoordinasikan semua warga yang hendak keluar dari Cox's Bazar, Bangladesh menuju ke Indonesia.

Berikut fakta-fakta mengenai Muhammad Amin: 

Pernah jadi pengungsi

Muhammad Amin tercatat pernah mendarat di wilayah Aceh Utara dengan status pengungsi Rohingya. Saat itu dia ditempatkan di camp wilayah Aceh Utara dan tinggal selama empat bulan.

Setelah itu Amin justru melarikan diri dari kamp Aceh Utara menuju Dumai dan menyeberang ke Malaysia untuk mencari kerja. Di Negeri Jiran, Amin bertahan selama enam bulan setelah itu dia kembali pulang ke kamp Cox's Bazar, Bangladesh.

Dari sana dia mulai merencanakan penyelundupan warga Rohingya ke Indonesia dengan motif ekonomi. Bahkan ia bersama agen utama mematok harga Rp14 juta - Rp16 Juta per orang untuk bisa berlayar ke Indonesia.

"Dia pernah di pengungsian di Aceh Utara lalu melarikan diri ke Dumai, Malaysia bekerja di sana dan kembali ke Cox's Bazar untuk menghimpun orang-orang ini untuk ke Indonesia," kata Kapolresta Banda Aceh Kombes Fahmi Irwan Ramli saat konferensi pers di Mapolresta Banda Aceh, Senin (18/12).

Selain mendapat keuntungan, Muhammad Amin juga ikut memboyong anak dan istrinya untuk berlayar ke Aceh. Diketahui, keluarganya tidak dibebankan biaya karena sebagai hadiah dari agen utama.

Bahkan ia juga menjanjikan kepada keluarganya untuk tinggal di Indonesia dan memulai hidup yang layak.

Janjikan pekerjaan

Sebagian pengungsi yang dibawa Muhammad Amin dijanjikan bahwa di Indonesia banyak pekerjaan. Hal itu sesuai keterangan dari saksi-saksi yang diperiksa oleh pihak kepolisian.

Sehingga banyak diantara etnis Rohingya tertarik untuk datang ke Indonesia dan rela membayar belasan juta untuk bisa menikmati kehidupan yang layak dari pada di kamp pengungsian Cox'z Bazar Bangladesh.

Bahkan di antara mereka yang pergi ke Indonesia juga dibiayai oleh orangtua hingga keluarganya di kamp dengan maksud bisa membantu perekonomian mereka yang tinggal di Cox's Bazar.

Apalagi 135 etnis Rohingya yang dibawa ke Aceh sebagian tidak memiliki kartu UNHCR dan berasal dari warga negara Bangladesh dan Myanmar.

"Mereka bukan untuk mengungsi atau menyelamatkan diri. Dari pemeriksaan saksi mereka datang dalam rangka memperbaiki hidupnya untuk mencari pekerjaan," kata Fahmi.

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow